Keluarnya Jeep Wrangler baru-baru ini dari pasar Eropa hanya bersifat sementara, menurut direktur pelaksana merek tersebut di Inggris, Kris Cholmondeley. Model saat ini gagal memenuhi standar keselamatan dan emisi GSR2 yang diperbarui, sehingga menyebabkan penghentian penjualan pada awal tahun 2026. Namun, Jeep bermaksud untuk menghadirkan kembali Wrangler generasi berikutnya, yang kemungkinan besar akan fokus pada elektrifikasi.
Kendala Regulasi dan Kekhawatiran Emisi
Penghentian Wrangler saat ini terkait langsung dengan peraturan Eropa yang lebih ketat. Kendaraan ini tidak memiliki sistem bantuan pengemudi modern yang dibutuhkan oleh GSR2, dan mesin 2.0 liter turbochargednya mengeluarkan hingga 269 gram CO₂ per kilometer. Hal ini menempatkannya setara dengan SUV berperforma tinggi dalam hal emisi. Keputusan Jeep untuk menghentikan produksi hibrida plug-in di AS semakin memperumit situasi. Peraturan ini merupakan tren yang sedang berkembang, mendorong produsen mobil untuk memperbarui model yang ada atau menghapusnya secara bertahap demi alternatif yang sesuai.
Rencana Jeep untuk Wrangler Generasi Berikutnya
Cholmondeley telah mendiskusikan rencana masa depan dengan pimpinan Jeep Eropa dan global, menyatakan keyakinannya akan kembalinya Wrangler. Meskipun bentuk pastinya masih belum pasti, elektrifikasi—melalui varian plug-in hybrid atau full electric—hampir dapat dipastikan. Jeep bertujuan untuk mengikuti kesuksesan Land Rover dengan Defender, meningkatkan penyempurnaan sekaligus mempertahankan kemampuan off-road Wrangler.
“Jika Anda dapat menggunakan sesuatu seperti Wrangler dan memiliki sedikit penyempurnaan, namun tetap mempertahankan kepribadiannya, Anda akan melihat ratusan [penjualan] meningkat menjadi ribuan, bukan?” — Kris Cholmondeley, direktur pelaksana Jeep Inggris
Menyeimbangkan Warisan dengan Kelangsungan Komersial
Wrangler selalu menjadi kendaraan khusus. Terlepas dari statusnya yang ikonik, Jeep menyadari perlunya memperluas daya tariknya demi keberlanjutan jangka panjang. Cholmondeley menekankan bahwa meskipun Wrangler dicintai, sebuah merek harus menghindari menjadi terlalu eksklusif. Model Avenger dan Compass, yang menawarkan daya tarik lebih luas, tetap mengusung DNA Jeep. Hal ini menyoroti tantangan umum industri otomotif: mempertahankan identitas merek sambil beradaptasi dengan permintaan pasar.
Wrangler generasi berikutnya kemungkinan akan menggabungkan elektrifikasi dengan warisan kuat Wrangler. Strategi Jeep mencerminkan tren industri yang lebih luas terhadap kendaraan hibrida dan listrik untuk memenuhi peraturan yang lebih ketat dan preferensi konsumen yang terus berubah. Masa depan Wrangler bergantung pada keseimbangan yang tepat antara karakter ikoniknya dan standar otomotif modern.





















