Mercedes-Benz Merombak Jajaran GLE dengan Interior Berteknologi Tinggi dan AMG Hybrid Bertenaga

4

Mercedes-Benz telah mengumumkan pembaruan ekstensif pada model GLE SUV dan GLE Coupé-nya. Meskipun secara teknis merupakan “penyegaran pertengahan siklus” untuk kendaraan—yang pertama kali debut pada tahun 2019—skala perubahannya sangat signifikan sehingga pabrikan memperlakukan pembaruan ini lebih seperti generasi baru.

Penyegaran ini berfokus pada tiga bidang inti: desain ulang interior secara radikal, teknologi digital canggih, dan powertrain elektrifikasi yang lebih bertenaga.

Revolusi Digital di Dalam Kabin

Perubahan paling transformatif terjadi pada interior. Mercedes-Benz telah beralih ke kokpit yang “mengutamakan digital”, beralih dari tata letak tradisional ke teknologi layar yang imersif.

Peningkatan interior utama meliputi:
Layar Super: Kini menjadi fitur standar, antarmuka yang mencakup dasbor ini mengintegrasikan layar sentuh pusat 14,4 inci, kluster instrumen digital 12,3 inci, dan layar khusus 12,3 inci untuk penumpang depan.
Augmented Reality (AR): Head-up display berukuran 18 inci menggunakan AR untuk menampilkan data navigasi dan berkendara ke bidang pandang pengemudi, sehingga petunjuk arah yang rumit lebih mudah diikuti.
Kontrol yang Disempurnakan: Roda kemudi telah diperbarui dengan kontrol rocker fisik (dipinjam dari GLC elektrik), dan kendaraan ini dilengkapi desain kursi yang sepenuhnya baru untuk meningkatkan kenyamanan.
Peningkatan Keserbagunaan: Untuk konfigurasi SUV tujuh tempat duduk, bangku baris kedua kini dapat dipindahkan secara elektronik untuk menyesuaikan keseimbangan antara ruang kaki penumpang dan ruang kargo.

Performa dan Kebangkitan AMG Hybrid

Di balik kap mesin, Mercedes-Benz sangat bergantung pada elektrifikasi dan rekayasa performa tinggi. Inti dari jajaran produk baru ini adalah Mercedes-AMG GLE 53, yang mengalami peningkatan daya secara signifikan melalui konfigurasi plug-in hybrid (PHEV).

Mesin M256 Evo

Semua model kelas atas menggunakan M256 Evo 3.0 liter turbo straight-six yang diperbarui. Mesin ini telah direkayasa ulang dengan kepala silinder baru, intake lebih besar, dan lubang pembuangan yang dioptimalkan untuk meningkatkan efisiensi dan penyaluran tenaga.

Membandingkan Powertrain:

  1. Bensin Standar GLE 53: Menghasilkan 443bhp dengan redline yang diperpanjang untuk performa yang lebih tajam.
  2. Plug-in Hybrid (PHEV) GLE 53: Dengan memasangkan mesin bensin dengan motor listrik belakang yang lebih bertenaga dan berkekuatan 181bhp, versi ini menghasilkan 577bhp dan torsi 553lb-ft yang sangat besar.

Meskipun bobot baterainya bertambah sebesar 31,2kWh, PHEV sebenarnya lebih cepat dibandingkan versi bensin murni, mencapai 62mph hanya dalam 4,5 detik. Baterainya juga menyediakan sekitar jarak tempuh listrik saja sebesar 58 mil, sehingga memungkinkan perjalanan sehari-hari jauh lebih efisien.

Pergeseran Regional dalam Pemilihan Mesin

Pembaruan ini juga menandakan perubahan dalam cara Mercedes-Benz mendekati konfigurasi mesin di berbagai pasar global. Di Inggris, perusahaan beralih dari mesin yang lebih kecil untuk fokus pada kinerja premium; akibatnya, GLE standar tidak lagi tersedia dengan mesin empat silinder. Jajaran mobil Inggris akan memimpin dengan mesin enam silinder 350d diesel (282bhp) dan 450 bensin (375bhp).

Sebaliknya, pasar AS dan Tiongkok akan terus menawarkan varian empat silinder, untuk memenuhi preferensi konsumen dan peraturan pajak/efisiensi yang berbeda di wilayah tersebut.

Peralihan ke mesin enam silinder sebagai dasar di Inggris menyoroti tren industri yang lebih luas: seiring transisi produsen ke hibrida, mereka menggunakan mesin yang lebih besar dan lebih halus untuk mengimbangi bobot baterai dan mempertahankan pengalaman berkendara yang premium.

Kesimpulan

Mercedes-Benz GLE yang diperbarui mewakili poros strategis menuju interior berteknologi tinggi dan kinerja hybrid plug-in yang canggih. Dengan memprioritaskan mesin enam silinder dan tampilan digital yang masif, Mercedes memposisikan GLE sebagai pemimpin premium dan berteknologi tinggi di segmen SUV mewah.