Anggota parlemen Florida sedang mempertimbangkan undang-undang yang secara signifikan akan memperluas undang-undang mengemudi yang mengalihkan perhatian, yang berpotensi memungkinkan polisi untuk menepikan pengemudi hanya karena memegang ponsel atau tablet saat mengemudi. Saat ini, undang-undang Florida hanya mengizinkan penghentian SMS sebagai pelanggaran utama. Perubahan yang diusulkan, yang diuraikan dalam RUU DPR 1241 dan RUU Senat 1152, bertujuan untuk mengatasi gangguan yang lebih luas di balik kemudi.
Memperluas Definisi Distraksi
Undang-undang yang diusulkan menargetkan setiap pengemudi yang “menopang beban” perangkat nirkabel dengan cara genggam. Hal ini lebih dari sekadar mengirim pesan teks, mencakup tindakan seperti menelusuri media sosial, melakukan panggilan video, menggunakan navigasi GPS, atau bahkan meletakkan perangkat di pangkuan Anda. Undang-undang ini berlaku untuk ponsel, tablet, dan perangkat nirkabel lainnya, namun secara eksplisit mengecualikan responden pertama dan sistem terintegrasi di dalam kendaraan.
Pergeseran dalam penegakan hukum ini akan menandai perubahan yang signifikan. Seperti yang dijelaskan oleh pengacara transportasi Doug Burnetti kepada CBS12, petugas tidak lagi memerlukan bukti SMS untuk membenarkan penghentian; hanya memegang perangkat saja sudah cukup. Definisi yang luas ini menimbulkan pertanyaan mengenai penegakan hukum yang konsisten dan potensi pembuatan profil.
Peningkatan Hukuman dan Implikasi Hukum
Konsekuensi finansialnya bisa sangat parah. Pelanggaran di zona sekolah atau area konstruksi akan mengakibatkan denda $150 dan tiga poin pada SIM. Pelanggar berulang dapat menghadapi denda $500, empat poin, dan penangguhan lisensi 90 hari.
Selain denda, undang-undang baru ini juga dapat mengubah tanggung jawab perdata dalam kecelakaan. Saat ini, sulit untuk membuktikan bahwa pengemudi sedang aktif mengirim SMS pada saat terjadi tabrakan. Larangan total terhadap perangkat genggam akan menciptakan standar yang lebih jelas untuk menentukan kelalaian setelah kecelakaan.
Celah dan Timeline Implementasi
Undang-undang ini bukannya tanpa ambiguitas. Pengemudi yang menggunakan dudukan ponsel atau tablet secara teknis dapat menghindari hukum saat masih menggunakan perangkatnya. Celah ini menyoroti perlunya pedoman penegakan hukum yang tepat.
Hingga awal tahun 2024, kedua RUU tersebut masih dalam pembahasan. Jika disetujui, langkah-langkah tersebut akan mulai berlaku pada pertengahan hingga akhir tahun 2026, menyamakan Florida dengan lebih dari 30 negara bagian lain yang telah menerapkan undang-undang mengemudi tanpa menggunakan tangan.
Undang-undang ini menggarisbawahi tren nasional yang berkembang menuju peraturan mengemudi yang lebih ketat dan mengganggu. Negara-negara semakin menyadari bahwa membatasi larangan mengirim SMS saja tidaklah cukup; permasalahan yang lebih luas mengenai penggunaan perangkat genggam harus diatasi untuk meningkatkan keselamatan jalan raya.
Potensi peningkatan denda, penangguhan izin, dan perubahan standar hukum menjadikan undang-undang ini merupakan perkembangan yang signifikan bagi pengemudi Florida.




























