BMW M Division Memberi Tanda Berakhirnya Transmisi Manual

16
BMW M Division Memberi Tanda Berakhirnya Transmisi Manual

Divisi M performa tinggi BMW sedang bersiap untuk menghentikan transmisi manual secara bertahap, dan CEO Frank van Meel menyatakan alasan bisnis untuk melanjutkan pengembangan transmisi tersebut semakin melemah. Pergeseran ini mencerminkan tren industri yang lebih luas, karena para pembuat mobil menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mengoptimalkan efisiensi dan penyaluran daya di era kendaraan yang semakin bertenaga.

Menurunnya Perekonomian Pedal Ketiga

Van Meel menjelaskan kepada Carsales.com bahwa pasar transmisi manual sedang menyusut, sehingga semakin sulit untuk membenarkan investasi pada desain baru. Pemasok kurang bersedia memberikan sumber daya pada segmen dengan potensi pertumbuhan terbatas.

Manual enam kecepatan yang saat ini digunakan pada model seperti M2, M3, M4, dan Z4 dibatasi torsinya hingga sekitar 440 pound-feet. Pembatasan ini mencegah penggunaannya pada varian berperforma lebih tinggi, seperti model CS, yang memerlukan desain transmisi baru yang mahal.

“Akan menjadi sangat sulit di masa depan untuk mengembangkan gearbox yang benar-benar baru karena segmen pasarnya cukup kecil, dan pemasok tidak begitu tertarik untuk melakukan hal seperti itu.”
– Frank van Meel, CEO BMW M

Permintaan Pelanggan vs. Kepraktisan

Terlepas dari kenyataan finansial yang ada, BMW menyadari tingginya permintaan pelanggan akan mobil manual, terutama di kalangan penggemar mobil. Perusahaan bermaksud untuk terus menawarkannya “selama mungkin”, dengan mengakui daya tarik emosional mereka. Namun, prospek jangka panjangnya jelas: ketika kendaraan listrik dan sistem otomatis canggih menjadi dominan, transmisi manual kemungkinan akan menjadi penawaran khusus, kemudian hilang sama sekali.

Mengapa Ini Penting

Kemunduran transmisi manual bukan hanya soal persneling dan kopling. Hal ini mewakili pergeseran yang lebih luas dalam prioritas otomotif: dari keterlibatan pengemudi ke kinerja dan efisiensi otomatis. Tren ini mencerminkan perubahan preferensi konsumen dan tuntutan teknis terhadap mesin modern berkekuatan tinggi. Pertanyaannya bukan jika manual akan hilang, tetapi kapan.