Review Hyundai Tucson (2026): Masih SUV Keluarga Teratas

19
Review Hyundai Tucson (2026): Masih SUV Keluarga Teratas

Hyundai Tucson tetap menjadi pesaing kuat di pasar SUV keluarga yang ramai, bahkan ketika model-model baru bermunculan setiap minggunya. Desainnya yang mencolok menonjol, dan pembaruan terkini semakin menyempurnakan interior dan kegunaannya, meskipun opsi powertrainnya masih tertinggal dibandingkan beberapa pesaing.

Desain & Kepraktisan

Desain eksterior Tucson yang berani, menampilkan kisi-kisi persegi dan lampu depan yang lebih besar, membantu menghindari pencampuran dengan SUV serupa. Dengan panjang 4,5 meter, cukup bermanuver untuk berkendara di perkotaan, meskipun desain melengkung menciptakan beberapa titik buta. Semua model dilengkapi sensor parkir, dengan trim lebih tinggi menawarkan kamera mundur dan pemandangan 360 derajat. Tucson generasi berikutnya (tiba pada tahun 2027) kabarnya akan mengadopsi bentuk yang lebih kotak, dan tampilannya lebih mirip Santa Fe.

Interiornya telah ditingkatkan dengan dashboard yang lebih bersih dan sistem infotainment. Penambahan tombol fisik untuk fungsi-fungsi utama, seperti kursi berpemanas, mengatasi keluhan umum tentang antarmuka mobil modern. Kualitas materialnya mengesankan, bahkan pada model dasar, dengan aksen kain yang meningkatkan suasana kabin. Layar ganda 12,3 inci tajam dan intuitif, sementara kontrol tetap mudah dijangkau.

Ruang penumpang memadai tetapi tidak terdepan di kelasnya; orang dewasa yang tinggi akan muat di punggung tetapi tidak memiliki ruang kaki yang berlebihan. Bagasi 616 liter berukuran kompetitif, dengan lantai pemuatan rendah dan trim plastik tahan lama.

Performa & Efisiensi Hibrida

Model hybrid, yang paling laris di kisarannya, kini menghasilkan 236bhp dan 258lb ft, dengan sedikit peningkatan penghematan bahan bakar menjadi sekitar 50,4 mpg (angka resmi). Namun, pengujian di dunia nyata menunjukkan rata-rata hanya 40mpg, turun menjadi 35mpg di jalan raya. Hal ini membuatnya kurang menarik bagi mereka yang beralih dari kendaraan diesel.

Hibrida plug-in (PHEV) mulai dari £39.500 dan menawarkan peringkat manfaat sebesar 14%, membuatnya menarik bagi pengemudi mobil perusahaan. Jangkauan listriknya sejauh 44 mil cukup kompetitif tetapi masih kalah dari rival seperti Volkswagen Tiguan eHybrid dan Renault Rafale, yang dapat melampaui 65 mil dengan sekali pengisian daya.

Meskipun ada revisi powertrain, efisiensi tetap menjadi titik lemah Tucson Hybrid. Kalibrasi throttle dapat menyebabkan roda berputar dalam kondisi lembab, dan mesin bekerja pada RPM tinggi di jalan raya. Alternatif yang lebih halus dan efisien termasuk Honda Z-RV.

PHEV menghasilkan 247bhp dan 271lb ft tetapi lebih berat (1924kg). Akselerasinya dari 0-62mph dalam 8,1 detik, dengan respons throttle yang kuat. Performa pengeremannya lumayan, membutuhkan jarak 54,1 meter untuk berhenti dari kecepatan 70mph.

Berkendara & Penanganan

Tucson unggul dalam kenyamanan berkendara. Suspensinya menyerap benturan secara efektif, menjadikannya penjelajah yang santai. Body roll memang ada, tapi bisa diterima untuk SUV keluarga. Kemudinya cukup komunikatif, meski kurang sporty. Kabin tetap senyap, dengan sedikit gangguan kebisingan jalan, kecuali pada permukaan kasar.

Versi sebelumnya memiliki suspensi yang lebih kokoh, namun model facelift lebih mengutamakan kenyamanan. Hal ini membuatnya sangat cocok untuk jalanan di Inggris, yang mengutamakan kelancaran berkendara. Sistem ADAS tidak mengganggu dan mudah dinonaktifkan.

Nilai & Persaingan

Tucson mengalahkan banyak pesaingnya, mulai dari £36.000 untuk model hybrid. Harganya jauh lebih murah dibandingkan kompetitor seperti Ford Kuga dan Volkswagen Tiguan, dan jauh lebih terjangkau dibandingkan opsi premium seperti BMW X1, Range Rover Evoque, dan Mercedes GLA.

Alternatif Tiongkok seperti Jaecoo 7, MG HS, dan BYD Seal-U mendapatkan daya tarik, namun Tucson mempertahankan nilai sisa yang kuat dan penawaran bulanan yang kompetitif. Ia tetap menjadi yang terlaris, membuktikan bahwa desain yang berani, kenyamanan berkendara, dan harga yang wajar masih dapat memenangkan hati pembeli.

Tucson memang tidak sempurna, namun tetap menjadi salah satu SUV keluarga yang paling masuk akal dan direkomendasikan di pasar. Perpaduan antara gaya, kepraktisan, dan nilai menjadikannya pilihan yang menarik.