IEA Mendesak Pemerintah untuk Membatasi Permintaan Minyak Melalui Batas Kecepatan dan Pembatasan Perjalanan

19

Badan Energi Internasional (IEA) menyerukan kepada pemerintah di seluruh dunia untuk menerapkan langkah-langkah darurat untuk mengurangi konsumsi minyak di tengah kenaikan harga dan gangguan pasokan. Rekomendasi-rekomendasi ini, yang mencerminkan strategi yang digunakan selama pandemi COVID-19, termasuk menurunkan batas kecepatan, membatasi waktu mengemudi, dan mendorong penggunaan angkutan umum. Langkah ini dilakukan ketika ketegangan geopolitik, khususnya di Iran, mengancam rute pelayaran utama dan pasar energi.

Krisis Energi yang Menjulang

Permasalahan intinya sederhana: pasokan minyak berada di bawah tekanan, dan harga melonjak. Proposal IEA bukan tentang solusi jangka panjang, namun tentang manajemen krisis dalam waktu dekat. Mengurangi batas kecepatan, misalnya, merupakan cara cepat untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar. Kecepatan yang lebih lambat berarti hambatan yang lebih kecil dan pembakaran bahan bakar yang lebih rendah. Demikian pula, mendorong carpooling dan angkutan umum secara langsung mengurangi jumlah kendaraan di jalan raya, sehingga menurunkan permintaan secara keseluruhan.

Rencana Respons dan Kontinjensi Inggris

Pemerintah Inggris sudah melakukan pembicaraan untuk menjajaki opsi-opsi ini, dengan Departemen Transportasi dan Departemen Keamanan Energi dan Net Zero (DESNZ) mengoordinasikan tanggapan potensial. Jika situasi memburuk, rencana yang ada saat ini adalah memprioritaskan bahan bakar untuk layanan penting – termasuk kendaraan darurat dan angkutan umum – sambil membatasi akses kendaraan pribadi. Hal ini dapat berarti membatasi jumlah pembelian per kunjungan dan bahkan penutupan pompa bensin dalam semalam.

Fokusnya adalah memastikan layanan-layanan penting dapat terus beroperasi meskipun pasokan sangat terbatas.

Menghindari Kepanikan, Tapi Tetap Bersiap

Para pejabat menekankan bahwa Inggris saat ini tidak menghadapi kekurangan bahan bakar dan pembelian secara panik (panic-buying) tidak diperlukan. Negara ini mengimpor lebih dari separuh minyak mentahnya dari AS dan Norwegia, sehingga mendiversifikasi rantai pasokannya sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada sumber-sumber di Timur Tengah. Namun, rekomendasi IEA mengingatkan bahwa ketahanan energi masih rapuh, dan pemerintah harus bersiap menghadapi potensi gangguan.

Tindakan Efisiensi Praktis

Para ahli sepakat bahwa bahkan tanpa pembatasan drastis, perubahan sederhana dapat membuat perbedaan. Mengurangi kecepatan, mengerem dengan lancar, dan menggabungkan perjalanan semuanya dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar. Perilaku ini tidak hanya bermanfaat dalam krisis; mereka menghemat uang dan mengurangi emisi sepanjang tahun.

Pada akhirnya, pesan IEA jelas: dunia harus beradaptasi dengan lanskap energi yang bergejolak, dan pemerintah harus memiliki rencana darurat untuk memitigasi dampak potensi guncangan minyak.