Perlombaan untuk Mobil Kota Listrik senilai $7.500: Tembok Besar dan Valeo Masuki Pertarungan

13

Tiongkok bergerak cepat. Kekuatan industri yang dikombinasikan dengan kebijakan energi terbarukan yang agresif mengubah Kerajaan Tengah menjadi pembangkit tenaga kendaraan listrik. Strateginya jelas: adopsi massal melalui penetapan harga tingkat pemula. Anda tidak memerlukan sedan mewah untuk membuat orang berhenti menggunakan bahan bakar fosil. Anda membutuhkan runabout yang murah dan praktis. Dua pengungkapan baru-baru ini—satu dari Great Wall Motor dan satu lagi dari raksasa suku cadang Prancis, Valeo—menunjukkan dengan tepat bagaimana hal ini bisa terjadi.

Ora R1: Elektrifikasi Tingkat Awal

Great Wall Motor baru saja meluncurkan Ora R1. Ini adalah city car lima pintu yang terlihat mirip Smart Forfour, namun memiliki label harga yang secara signifikan melemahkan persaingan. Kita berbicara tentang titik harga di bawah €7.500 setelah subsidi Tiongkok diterapkan. Itu sangat murah untuk kendaraan yang sepenuhnya listrik.

Di bawah kap (atau lebih tepatnya, di bawah lantai), Anda akan menemukan motor listrik berkekuatan 47 tenaga kuda. Kecepatannya mencapai 100 km/jam. Baterainya adalah paket lithium-ion 35 kWh yang menyediakan jangkauan hingga 312 kilometer. Tentu saja, hasil di dunia nyata akan berbeda-beda. Degradasi baterai, gaya mengemudi, dan kondisi cuaca selalu mempengaruhi klaim pabrikan.

Great Wall Motor mengandalkan penjualan langsung ke konsumen untuk menekan biaya. Tidak adanya markup dealer berarti harga yang lebih rendah bagi pembeli.

Struktur garansinya standar untuk industri: tiga tahun atau 120.000 km untuk kendaraan umum. Komponen esensial mendapat waktu delapan tahun atau 150.000 km. Tidak jelas apakah paket baterai termasuk dalam “komponen penting”. Pelanggan dapat membeli Ora R1 secara online. Dengan melewati dealer fisik, Great Wall menghilangkan biaya distribusi. Model ini saat ini eksklusif untuk Tiongkok, namun kesuksesan di sini dapat mengekspor konsep tersebut secara global.

Prototipe 48V Valeo: Tegangan Rendah, Biaya Rendah

Jika Ora R1 adalah entri pabrikan, maka 48V Valeo adalah jawaban pemasok. Pabrikan peralatan asal Prancis tersebut menggunakan pameran CES untuk menampilkan prototipe city car listrik dua tempat duduk. Tujuannya? Kendaraan dengan harga €7.500.

Valeo tidak mencoba menjadi produsen mobil. Mereka sedang mengembangkan sistem propulsi dan membiarkan merek lokal Tiongkok merakit mobilnya. Teknologi ini mengandalkan penggerak listrik bertegangan rendah dengan pengereman regeneratif. Menurut Valeo, pengaturan ini 20% lebih murah dibandingkan solusi tegangan tinggi yang ada. Bobotnya minimal—hanya 600 kg.

Baterainya adalah unit sederhana 14 kWh. Jangkauan berada di 100 km. Kecepatan tertinggi adalah 100 km/jam. Pengisian daya membutuhkan waktu kurang dari empat jam. Itu tidak dibuat untuk perjalanan darat lintas alam. Ini dibangun untuk perjalanan perkotaan. Kolaborasi dengan Universitas Shanghai Jiao Tong memastikan desainnya sesuai dengan kebutuhan lokal.

Mengapa Pasar Tiongkok Penting

Potensi di Tiongkok sangat besar. Pemerintah telah mengamanatkan bahwa kendaraan energi baru menyumbang 12% dari penjualan tahunan pada tahun 2020. Harga adalah pendorong untuk mencapai hal ini. Subsidi membantu, namun kapasitas industri inti dari pabrikan Tiongkoklah yang akan semakin menurunkan biaya.

Infrastruktur sedang mengejar ketinggalan. Saat ini terdapat 80.000 stasiun pengisian daya yang beroperasi. 800.000 lainnya direncanakan. Ini bukanlah pasar khusus. Ini adalah gelombang pasang.

Ora R1 dan Valeo 48V mewakili garda depan pergeseran ini. Kecil, terjangkau, listrik. Teknologinya sudah cukup matang untuk transportasi dasar. Perekonomian bekerja dalam skala besar. Kita mungkin baru saja melihat awal dari membanjirnya kendaraan listrik murah Tiongkok. Seluruh dunia sedang mengamati apakah model-model ini dapat bertahan tanpa subsidi. Atau jika mereka bisa bersaing dalam harga saja. Jawabannya akan menentukan siapa yang memimpin era mobilitas selanjutnya.